Indonesia Tetap Hadapi Kekerasan Anak yang Kompleks

Begitu tingginya komitmen proteksi anak dalam pendidikan, UU No.35 tahun2014 atas perubahan Undang Undang No. 23 tahun 2002 mengenai Proteksi Anak, secara eksplisit banyak mengurai proteksi anak dalam pendidikan. Dalam UU itu, menyebut jelas ‘pendidikan’ 19 kali, menyebut jelas ‘pendidik’ 6 kali, jelas ‘kependidikan’ 6 kali, menyebut 2 kali jelas ‘satuan pendidikan’, menyebut 14 kali jelas ‘kekerasan’ serta 2 jelas ‘kekerasan di satuan pendidikan’.

Faktanya, jelas Susanto, Indonesia adalah negara yang menghadapi kekerasan pada anak cukup kompleks. Kekerasan di dalam sekolah terjadi dengan beragam macam bentuk mulai fisik, psikis, sampai seksual.

Dalam beragam bentuk kekerasan itu, anak menjadi korban ataupun pelaku, ataupun korban serta sekaligus pelaku. Tawuran, kekerasan ketika MOS, serta bullying bahkan menjadi sebuah tradisi di sebagian sekolah yang selalu melibatkan anak secara masif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *